
Kucing Wiro
“Jangan Beli kucing Dalam karung” ………………………….. itu adalah ungkapan yang biasa kita gunakan sebagai prinsip jika akan memilih sesuatu baik itu barang dagangan, tempat kuliah, program kursus, bahkan memilih seorang pacar…….???
Hmmmm….yg terakhir itu sepertinya sangat menarik untuk di bahas. Kata orang tua dulu kita harus tau Bibit, Bobot dan bebetnya (3B). Jangan sampe kita dikecawakan di kemudian hari, untuk itu diperlukan proses “pedekate”. Dalam proses pedekate in ato dalam istilah islami kita biasa sebut “Ta’aruf”, diharapkan kita bisa saling mengerti satu sama lain, sehingga akan tercipta harmoni.
Kembali lagi pada Kucing yang ada pada pict diatas, dia adalah BADRUN, warga baru Wiro Sableng, yang setiap hari kerjaannya cuman maen, makan, tidur, ngompol, usil, persis seperti majikannya. bedanya kalo Badrun banyak yang suka, termasuk cewek-cewek dan tante-tante sedangkan kalo majikannya….???
Badrun mendapat perlakuan istimewa dari para penghuni Wiro sableng, tiap hari dikasih makan enak, tidur nyenyak, teman banyak, maen ama nyonyak,
Perlakuan istimewa ini sama terjadi pula pada kucing Mbah Sumo, si Cemeng namanya. Cemeng tiap hari makan ikan cukup, nasi cukup, tidur cukup, maen cukup, bedanya si Cemeng adalah kucing kampung yang di pelihara oleh nenek tua yang penuh kasih menyayangi dengan tulus ikhlas sepenuh hati, sedangkan Badrun adalah kucing keturunan yang di pelihara oleh komunitas anak-anak penghayal yang cuma punya cinta, tetapi ga tau cinta itu mau dikemanakan.
Filed under: Uncategorized | 1 Comment »